Persentase Pembagian Hasil (PPH) | Sistem Kerja | Jumlah PPH

Persentase Pembagian Hasil (PPH) | Sistem Kerja | Jumlah PPH

Pengertian

Persentase Pembagian Hasil atau yang lebih dikenal dengan istilah PPH adalah komisi yang akan didapatkan oleh Afiliator dari persentase (%) atas suatu harga produk/ layanan apabila terjadi penjualan yang berasal dari referal Afiliator tersebut.Sebagai suatu contoh, seorang afiliator bernama Bambang berhasil mendapatkan pembeli bernama Agus yang melakukan pembelian produk “ABC” dengan harga Rp. 1.000.000. Ketentuan PPH atas produk tersebut adalah sebesar 20%. Jadi, Bambang akan mendapatkan komisi sebesar Rp. 1.000.000 X 20%= Rp. 2.00.000. 

Jenis Sistem Persentase Pembagian Hasil

Sistem Persentase Pembagian Hasil ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu PPH sekali dan PPH Continue. Dimana setiap jenis nya diterapkan kepada jenis Afiliator yang berbeda. Ada tiga jenis afiliator, yang bisa Anda pelajari lebih lanjut disini: Afiliator | Pengertian Afiliator | Jenis Afiliator.

PPH Sekali

Diterapkan pada jenis afiliator Biasa dan Afiliator Blogger. PPH Sekali adalah ketika seorang Afiliator mendapatkan komisi atas penjualan produk/ layanan tertentu, kemudian pelanggan yang sama melakukan pembelian lagi di masa mendatang, maka Afiliator tersebut tidak akan mendapatkan PPH atas penjualan yang terjadi selanjutnya tersebut.CONTOH KASUS:
  • Seorang afiliator bernama Bambang pada bulan Januari berhasil mendapatkan pembeli bernama Agus. Dia berhasil mendapatkan PPH sebesar Rp. 2.00.000 dari transaksi pembelian yang dilakukan oleh Agus tersebut.
  • Satu bulan kemudian, Agus melakukan pembelian produk “XYZ” dengan harga Rp. 2.000.000. Bambang tidak akan mendapatkan komisi apapun atas transaksi kedua tersebut.

PPH Continue

Diterapkan pada jenis afiliator Biasa dan Afiliator Blogger. PPH Continue adalah ketika seorang Afiliator mendapatkan komisi atas penjualan produk/ layanan tertentu, kemudian pelanggan yang sama melakukan pembelian lagi di masa mendatang, maka Afiliator tersebut akan mendapatkan PPH atas penjualan yang terjadi selanjutnya tersebut.Hal ini berlaku secara terus menerus (continue) dan selamanya. Apabila pelanggan tersebut melakukan pembelian produk 1 tahun kemudian, maka Afiliator tersebut pun tetap akan mendapatkan PPH. ID Pelanggan di awal pendaftaran akan dicatat sebagai referal atas Afiliator tertentu.CONTOH KASUS:
  • Seorang afiliator bernama Bambang pada bulan Januari berhasil mendapatkan pembeli bernama Agus. Dia berhasil mendapatkan PPH sebesar Rp. 2.00.000 dari transaksi pembelian yang dilakukan oleh Agus tersebut.
  • Satu bulan kemudian, Agus melakukan pembelian produk “XYZ” dengan harga Rp. 2.000.000. Ketentuan PPH atas produk “XYZ” tersebut adalah sebesar 25%. Maka PPH yang akan didapatkan oleh Bambang adalah sebesar Rp. 2.000.000 X 25%= Rp. 500.000. Bambang akan mendapatkan penghasilan lagi sebesar Rp. 500.000.
  • Satu tahun kemudian, Agus melakukan pembelian produk “DEF” dengan harga Rp. 6.000.000. Ketentuan PPH atas produk “DEF” tersebut adalah sebesar 80%. Maka PPH yang akan didapatkan oleh Bambang adalah sebesar Rp. 600.000 X 80%= Rp. 480.000. Bambang akan mendapatkan penghasilan lagi sebesar Rp. 480.000.
  • Hal ini berlaku seterus nya dan selamanya.
 

Berapa Pembagian Hasil yang diberikan?

Setiap pendaftaran User Baru, tanpa melakukan pendaftaran berbayar, akan memperoleh Rp. 100; (seratus rupiah).PPH untuk Afiliator atas setiap Pendaftaran Afiliator Blogger atau Afiliator Non Blogger (Berbayar), akan memperoleh Persentase Pembagian Hasil (PPH) sebesar: Lihat Data Overview Situs Business Partner: Taxsia >> Bagian: PPH.PPH Situs Business Partner, bisa dilihat di masing- masing halaman Data Overview Situs Business Partner >> Bagian: PPH. Lihat halaman ini: Daftar Situs Business Partner, kemudian tekan tombol “Detail Klik disini”. PPH Masing- masing situs Business Partner berbeda.
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments